Postingan

Tentang Blog dan Podcast

  kemaren kemaren, aku kepikiran buat bikin podcast dan beberapa konten yang bisa menyampaikan apa yang ada di kepala aku. tapi, setelah kupikir pikir lagi.. kayanya lebih baik ku taruh di blog ini daripada ujung ujungnya gak keurus dan blog ini juga mati. aku juga gatau sih apakah ada yang baca atau engga tapi yah, daripada unek uneknya cuman kesimpen di kepala dan tau tau ilang, kayanya lebih baik aku simpen. lumayan juga kan, siapa tau sepuluh duapuluh tahun lagi aku inget aku pernah nulis blog dan liat ini semua. hahahaha mungkin pada saat itu aku bakal ketawa ngakak sih.. intinya blog ini aku tulis di masa masa sma.. dengan alasan gabut dan pusing gara gara sekolah dengan cara yang daring terus. iyasih enak gitu ya dirumah, nyante sambil makan dan tidur pun bisa. namun kayanya siapapun orang yang mengalami ini terus menerus secara berbulan bulan tuh ujung ujungnya bakal bosen dan stres. pinter engga makin bego iya. Gitu sih kata temen temen aku.  Tapi nih ya, buat seorang...

Akhir september menuju awal oktober (a diary)

Aku tak pernah tahu apa yang sedang semesta rencanakan dibalik layar. Banyak hal yang terjadi diluar dugaan akhir akhir ini. Bahkan, aku yang biasanya bisa menghindarinya pun tidak dapat lagi. Entah kenapa, rasa sakit selalu betah menggelanyut dihatiku. september yang awalnya ku kira baik baik saja ternyata didalamnya menyimpan hujan. 24 hari sudah ku lalu dalam diam, dalam keterbatasan kata dan perasaan. berkali kali menahan agar tidak kembali terjun dilubang yang sama namun ternyata mustahil. Sempat ku ingin menyerah, namun kembali ku ingat kata kata yang pernah terselip di sebuah kado dari beberapa teman. Beberapa kali ku berusaha merangkum cerita cerita yang tercetak jelas di kepalaku. berkali kali juga mengosongkan lembar kerja di microsoft word dan google keep. Rasanya, kemampuan menulisku semakin menurun semejak waktu. Beberapa plot dan judul sudah ada dibenakku namun pada akhirnya hanya menjadi sebuah gambaran dalam mimpi belaka. tak pernah terealisasikan, tak pernah diceritak...

Seablue diary

Halo, setelah sekian lama akhirnya saya oembali menulis di blog ini. Saya akan sedikit bercerita tentang beberapa bulan lalu. tentang sedikit masalah yang membuat saya uring uringan. Hari itu.. ialah dimana saya merasakan yang namanya patah hati. Patah hati yang meskipun saya telah siap tapi tetap saja terasa sakitnya. Sesak, ingin menangis, putus asa. Ku pikir akan mudah karena dia.. akan segera kembali menuju asrama. namun ternyata sama saja sulitnya. namun saya dapat belajar lebih dari sini. Belajar bagaimana menerima, mengikhlaskan, lapang dada, dan berusaha agar tidak terlalu jatuh jauh lebih dalam. saya pun sadar bahwa cinta tak melulu soal aku kamu dan sayang. namun tentang bagaimana bersikap dewasa, bagaimana mampu mengendalikan sifat egois masing masing. semenjak itu saya berhenti melakukan hal hal yang biasa saya lakukan bersamanya. ya, kami mempunyai hobi yang sama.saya berhenti menulis entah itu cerpen, cerbung, puisi, prosa dan lain sebagainya. hingga kini.. seorang...

Hai ini Biru..

Hai, sudah lama biru tidak muncul di blogger, begitu pula di wattpad dan fanfiction. Yah, sedikit hiatus dari musim semi hingga sekarang membuat biru sedikit lebih baik daripada beberapa minggu yang lalu, biru juga sudah mulai menulis sedikit demi sedikit, walaupun kadang merasa lelah karena memaksakan diri. Beberapa kali biru juga pergi dengan teman teman, meskipun hanya ke pantai rasanya sangat menyejukan dibanding terus terusan ada di rumah. dan besok adalah hari pengumuman pendaftaran sekolah, biru mohon doanya agar mendapat yang terbaik. Walaupun terlihat tidak apa apa namun hati manusia itu tidak terduga bukan? Beberapa orang bertanya, kenapa Biru buat blog? salah satunya pak Didik.. ehehe pertanyaan lama yang belum terjawab. Biru membuat blog pada awalnya hanya karena iseng dan ingin mencoba hal baru sampai pada akhirnya sekarang biru sadar bahwa blog, bukan hanya untuk menulis hal hal pentinpg nan rumit, namun juga bisa dijadikan sarana berbagi cerita. Untuk seseor...

Rain in Autum Season

Aku memandangmu yang berjalan menjauh ke ufuk barat. Namun, tiba tiba tubuhku terguyur oleh hujan. Bodoh memang Sudah tahu hujan kenapa hanya diam? Sudah tahu basah kenapa hanya membiarkan? Angin itu membawa kabur pikiranku Jiwaku Hatiku Namun kenapa tidak sekalian nyawaku? Seperti senja yang tenggelam di ufuk barat Nyatanya kau pun sama Hanya kebahagiaan semata Yang berlangsung dengan waktu singkiat Yang sialnya fana Percuma saja ku taruh rindu Percuma saja ku taruh cinta Jika nyatanya kau pun sama Dengan Senja, yang hanya sementara

Cerita Senja

Senja senja itu selalu mengirimkan cerita ceritanya. Terkadang menyenangkan Bisa pula menyedihkan Namun cerita cerita itu hanya cerita cerita biasa. Hanya cerita ceita fana yang dirangkai sedemikian rupa. Menjawab seluruh pertanyaan tanpa di minta Berbicara tanpa ada yang perduli Itulah ia. Sosok senja sementara yang selama ini terpaut akan waktu.

Pelangi Monokrom

Kukira pelangi itu selamanya indah. Nmanun, lagi lagi ku salah menifsirkan. bahwa setelah hujan ya sudah tak akan ada yang kembali Jahat ya? teramat jahat mungkin.. kini, hanya pada sang dwiwarmalah ku bersandar Merangkai segala paradox yang semakin kacau. Kau benar, aku menipu diriku sendiri Mengatakan segala dusta tanpa sedikitpun yang benar Lagi lagi aku salah menafsirkan.. Bahwa, kagum ya kagum,, bukan cinta Mungkin cerita kita hanaya sampai disini Biarlah, hanya Dwiwarma yang menyaksikan Tidak harus hujan