Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Pelangi Monokrom

Kukira pelangi itu selamanya indah. Nmanun, lagi lagi ku salah menifsirkan. bahwa setelah hujan ya sudah tak akan ada yang kembali Jahat ya? teramat jahat mungkin.. kini, hanya pada sang dwiwarmalah ku bersandar Merangkai segala paradox yang semakin kacau. Kau benar, aku menipu diriku sendiri Mengatakan segala dusta tanpa sedikitpun yang benar Lagi lagi aku salah menafsirkan.. Bahwa, kagum ya kagum,, bukan cinta Mungkin cerita kita hanaya sampai disini Biarlah, hanya Dwiwarma yang menyaksikan Tidak harus hujan

After The Rain

Untuk kesekian kalinya, hujan menjebakku dalam lamunan abu abu kala itu. Menggiringku kedalam ruang hampa nan sunyi, bersama segala perasaan sesak yang tak mau menyingkir walau sekejap. Orang bilang, setelah hujan pasti ada pelangi yang menghiasinya. Namun, bagiku setelah hujan ya sudah. Yang ada hanya menyisihkan kesedihan mendalam tanpa adanya penjelasan. Kini, semua itu berbeda dari apa yang ku alami tahun tahu lalu. Hujan menjebakku berdeua bersamanya. bersama orang yang ku kagumi, sejak pertamakali bertemu. Oh, akankah aku mempercayainya? mempercayai bahwa sehabis hujan pasti akan ada pelangi indah yang mewarnai langit yang telah kelabu? Entahlah. Aku hanya biasa menunggu, danmenjalani takdir sesuai yang telah tertulis